Parlemen dan Legislasi

PARLEMEN dan LEGISLASI

“ Seseorang yang diberi kekuasaan secara absolut memiliki kewenangan  untuk menyalahkan kekuasaannya”, -Lord

“parle”= “wakil” untuk mendengarkan lalu berbicara

Legislasi= pembuat undang – undang

Sejarah istilah Parlemen

Sudah ada sejak 2500 M di menopotamia kuno, jerman

Yunani kuno

Roma

Inggris=Witenagend yaitu untuk dimintai saran mengenai politik Luar negeri mengenai pertahanan dan pertimbanagan mengambil keputusan. Moots yaitu lembaga setara DPRD

Hubungan Parlemen (perwakilan)  dan Konstituen (orang yang memilih/diwakilkan)

  1. Pilar demokrasi yaitu sebagai badan perwakilan
  2. Wakil dari kontituen ( political representation)
  3. Kontituen merupakan pengawas parlemen secara informil
  4. Parlemen merupakan legal standing dari kostituen

Sistem Pengisisn Kamar

  1. Unikameral =
  2. Bikameral

Fungsi Parlemen

  1. Legislasi
  2. Budgeting
  3. Pengawasan
  4. Aspirasi
  5. Advokasi

Hak Parlemen

  1. Interpelasi = meminta keterangan
  2. Angket
  3. Imunitas= tidak bisa dituntut saat berpendapat

Teori Pemisahan Kekuasaan  

TeORI John Locke= Separation of Power Theory – Rule making function  (pembuat undang –undang)

Spint of law =

1.Legislasi

2.Eksekutif

3.Yudikatif

Bentuk Pemerintahan

Monarki

  1. Monarki Absolut = Absolut Raja tidak terbatas contoh Brunei, Arab
  2. Monarki Konstitusi= Dibatasi oleh konstitusi contoh belanda, inggris, jepang
  3. Monarki parlemen : Parlemen merupakan kekuasaan tertinggi

Republik

  1. Republik absolut = Absolut contoh Italia Jerman
  2. Republik Konstitusi = Dibatasi undang – undang contoh Indonesia
  3. Replublik Parlemen= = India, prancis

Federal = Membagi negara menjadi kekuasaan otonomi contoh :AS

Sistem Pemerintahan

  • Presidensial = presiden dipilh rakyat, tidak ada tumpang tindih eks dan legis, adanya impeachment, eks dan legis bisa slaing menjatuhkan,
  • Parlementer= parlemen berhak mengangkat perdana menteri, parlemen bisa jatuhkan kabinet pemerintahan dengan mosi tidak percaya,Presiden kepala negara dan kepala pemerintahan perdana menteri, Kekurangannya kurang stabil tapi fleksibel
  • Komunis= Partai wadah perjuangan, ideologi karl Mara dan friedrich, pemimpin berasal dari kaum buruh, penentang kapitalisme, tidak punya mitos dan agama, dan tidak percaya tahayul
  • Liberal =keBebasan dan hak asasi manuasia adlah nilah politik,bebas berpikir, agama terpisah dari kehidupan, keputusan diambil dari hak yang dilanggar, pemerintahan hanya jammalam

 

 

Kayu Industri Unpad Jatinangor

TUGAS PHANEROGAMAE

TUMBUHAN KAYU INDUSTRI DI UNPAD JATINANGOR

 

KELOMPOK 3

Harni Mutia Sara – 140410120007

Fauziah Nurhusnayain – 140410120026

Ekky Editya E. – 140410120035

Nurani Istiqamah – 140410120040

Noviyanti Soleha – 140410120059

Devina O. Hadi – 140410120092

 

 

 

 

 

 

Daftar Nama Kayu Perdagangan di Indonesia

Nama Pohon

Deskripsi

Falcataria moluccana

Synonyms: Adenanthera falcataria, Albizia falcata, A. falcataria, A. moluccana, Paraserianthes falcataria

 

 

Duration: Perennial

Growth Habit: Tree

Hawaii Native Status: Introduced. This naturalized wood and agroforestry tree is native to Indonesia (the Moluccas), Papua New Guinea, and the Solomon Islands.

Flower Color: Creamy white, light yellow to greenish yellow

Height: Up to 130 feet (40 m) tall

Description: The flowers have numerous brushlike stamens and are in panicles at the branch tips. The flowers are followed by flat, green ripening to brown, strap-shaped bean pods with brown, disk-shaped seeds. The leaves are large, alternate, dotted with extrafloral nectaries (nectar glands), and bipinnate with small, green, elliptic, somewhat sickle-shaped leaflets. The bark is smooth to slightly warty and grayish cream in color, while the younger branches are greenish to reddish brown. The trees quickly grow to be very large and have a gracefully branched, wide-spreading form. The wood is light and brittle, and falling branches are a real hazard, especially since these huge trees can have branches that are themselves the size of an average-sized tree. Removal of these large, damage-prone trees can be very expensive.

 

Ficus variegata

Ficus variegata is a tall non-strangling fig that may be found on the

edge of the forest as well as in many of the Nature Parks of

 Singapore. The figs arecauliflorous (growing on the stem)

 leaves are palm sized with long stemsand distinct tri-nerved at the base. The base of the tree exhibits

spreading buttresses. A good place to see this tree is Bukit

Batok Nature Park where there are many mature trees of this species growing along the various pathways.

 

 

Fagraea fragrans

A tall tree (30-40m), older trees have typical U-shaped angular branches that stick out horizontally before making a sharp turn to grow vertically. The bark is typically deeply fissured, which Corners describes as “rugged”. Leaves (5-8cm long) oval with pointed tips. Flowers (2cm across) creamy white trumpet-shaped, appears in clusters and are strongly fragrant especially in the early morning and late evening. They turn yellow with age. The fruits are round berries (about 1cm) with lots of tiny seeds. Initially green, turning orange then red, they can take more than 3 months to ripen. Ripe fruits are eaten by bats and birds which disperse the seeds.

Cinnamomum spp

Habitat: Cinnamon is found widely in Sri Lanka but grows in Malabar, Cochin-China, Sumatra and in Eastern Islands too. It is cultivated in Brazil, Mauritius, India, Jamaica and in other countries also.

Description: Cinnamon is an evergreen tree which grows from 20 to 30 feet. The plant has strong branches and thick scabrous bark which is smooth and yellowish. In colour, the leaves are dark green on top and lighter green underneath. It has small yellowish-white flowers with a disagreeable odour that bears dark purple berries. The fruits are oval and berry like.

Uses: Cinnamon bark is used as a spice. It is employed in cookery as a condiment and flavouring material. It is carminative, astringent, stimulant, antiseptic in action. The essential oil of this herb is a potent antibacterial, anti-fungal, and uterine stimulant. It stops vomiting, relieves flatulence and is useful in diarrhoea and haemorrhage of the womb. Recent studies suggest that consuming as little as one-half teaspoon of Cinnamon each day may reduce blood sugar and cholesterol level.

http://www.herbsguide.net/cinnamon.html

 

Melaleuca leucadendra

Tinggi berkisar antara 10-20 m, kulit batangnya mengelupas, berwarna putih keabu-abuan. Batang pohonnya tidak terlalu besar, dengan percabangan simpodial. Daunnya tunggal,dan sekulen, bertangkai pendek, letak tersebar (spiral).
Helaian daun berbentuk lanset, dengan panjang 4,5-15 cm, lebar 0,75-4 cm, ujung dan pangkal daun runcing, tepi rata dan tulang daun hampir sejajar. Daun bila diremas atau dimemarkan berbau minyak kayu putih.Perbungaan majemuk bentuk bulir, bunga berbentuk seperti lonceng, daun mahkota warna putih, kepala putik berwarna putih kekuningan, keluar di ujung percabangan. Buah panjang 2,5-3 mm, lebar 3-4 mm, warnanya coklat muda sampai coklat tua.Bijinya halus, sangat ringan seperti sekam, berwarna kuning. Perbanyakan dengan biji atau tunas akar.
sumber : www.yodagojali.blogspot.com

Araucaria cunninghamii

 

An asymetrical tree to 60 m. tall, 4 m. in girth. Bark rough, in horizontal bands, exfoliating in fine circular bands. Branches long, branchlets in tufts at the ends. Seasonal branchlets to 2 cm. in diameter. Juvenile leaves spirally arranged, green or glaucous, margins entire, flattened, stomata on both surfaces. Adult leaves scale-like, 0.8-2 cm. long, incurved, acute, imbricate, keeled on both sides, stomata on both surfaces. Male cone cylindrical, 2-3 cm. long by 5-7 mm. wide, with short involucral leaves, with 10 scales; microsporophylls rhombic, obtuse. Female cone ovoid, symetrical, 8-10 cm. long by 6-8 cm. wide, scales with longer reflexed spines than the New Guinea plants. Seeds 1.5 cm. long by 6-7 mm. wide, with narrow wings. Cotyledons 2, germination epigeal” (Silba 1986).

Bark heavily impregnated with resin, thus much more resistant to decay than the wood (Newbury [no date]). www.satwa.net

Diospyros spp

Diospyros adalah salah satu marga anggota suku eboni-ebonian atau Ebenaceae. Anggotanya di seluruh dunia mencakup sekitar 450-500 jenispohon dan perduhijau abadi atau peluruh. Kebanyakan tumbuhan ini berasal dari daerah tropis, dan hanya beberapa jenis yang tumbuh di daerah beriklim sedang.Diospyros berasal dari dua patah kata bahasa Yunani: deion yang berarti “dewa” dan pyros, “buah”, sehingga berarti “buah para dewa”.Marga ini mencakup banyak jenis yang memiliki nilai komersial, baik untuk buahnya yang dapat dimakan (misalnya kesemek dan bisbul) maupun untuk kayunya yang berkualitas tinggi, terutama kayu eboni atau kayu hitam. Teras kayu (hati kayu) Diospyros biasanya keras dan berwarna gelap (hitam), sehingga di banyak daerah di Indonesia dinamai sebagai kayu arang. Dua di antara yang paling terkenal adalah kayu eboni hitam (D. ebenum dan beberapa spesies lainnya) dan kayu eboni bergaris alias kayu hitam sulawesi (D. celebica).

 

http://www.bpdassolo.com

Tectonagrandis

Pohonjati (TectonaGrandis sp.) Bisatumbuhmeraksasasepanjangbeberaparatustahundenganketinggian 40-45 meter, diameter 1, 8-2, 4 meter.Pohonjati rata-rata meraihketinggian 9 hingga 11 meter, dengan diameter 0, 9-1, 5 meter.Pohonjatimemilikigarislingkarbesar, berbatanglurus, sertasedikitcabang. Kayujati paling baikumumnyaberusialebihdari 80 tahun. Daunbiasanyabesar, bulattelurterbalik, berhadapan, dengantangkai yang amatpendek. Daunpadaanakanpohonberukuranbesar, lebihkurang 60-70 cm × 80-100 cm ; namunpadapohontuaberkurangjadilebihkurang 15 × 20 cm. Berbuluhalussertamemilikirambutkelenjar di permukaanbawahnya. Daun yang mudaberwarnakemerahansertamengeluarkangetahberwarnamerahdarahjikadiremas. Ranting yang mudaberpenampangsisiempat, sertaberbonggol di buku-bukunya.Bungamajemukmemilikikaranganmalaibesar, diisibeberaparatuskuntumbungatersusundidalamanakpayungmenggarpusertaterdapat di ujung ranting ; jauh di puncaktajukpohon. Tajumahkota 6 hingga 7 buah, warnanyaagakkeputih-putihan, danberukuransekitar 8 mm. Berumahsatu.Buahberupabulatagakgepeng, 0, 5 – 2, 5 cm, memilikirambutkasardenganintitidak tipis, berbiji 2-4, namunbiasanyaCumasatu yang akantumbuh. Buahakantersungkupolehperbesarankelopakbunga yang bentuknyamelembungsepertibalonkecil

www.repository.usu.ac.id

Swieteniamahagoni(L) Jacq

Tanamanmahonimerupakantanamantahunan, dengantinggi rata-rata 5 – 25 m (bahkanada yang mencapailebihdari 30 m), berakartunggangdenganbatangbulat, percabanganbanyak, dankayunyabergetah. Daunnyaberupadaunmajemuk, menyiripgenap, helaiandaunberbentukbulattelur, ujungdanpangkaldaunruncing, tepidaun rata, tulangmenyiripdenganpanjangdaun 3 – 15 cm. Daun yang masihmudaberwarnamerahdansetelahtuaberubahmenjadihijau. Bungatanamanmahoniadalahbungamajemuk, tersusundalamkarangan yang keluardariketiakdaun. Ibutangkaibungasilindris, berwarnacoklatmuda. Kelopakbunganyalepassatusama lain denganbentukmenyerupaisendok, berwarnahijau. Mahkotabungasilindris, berwarnakuningkecoklatan. Benang sari melekat  padamahkota. Kepala sari berwarnaputih/kuningkecoklatan. Mahonibaruakanberbungasetelahusia 7 atau 8 tahun. Setelahberbunga, mahoniakanberbuah. Buahmahonimerupakanbuahkotakdenganbentukbulattelurberlekuk lima. Ketikabuahmasihkecilberwarnahijau, dansetelahbesarberwarnacoklat. Di dalambuahterdapatbij I berbentukpipihdenganujungagaktebaldanwarnanyacoklatkehitaman. Buah yang sudahrenta alias tuasekalikulitbuahnyaakanpecahdengansendirinyadanbiji-bijipipihituakanbebasberterbangankemanaanginmeniup. Bilajatuhketanah yang cocokakantumbuhmenjaditanamanmahonigenerasibaru.

www.ikhlasputra.com

Santalum sp

Cendanamemilikibatangberukurankecilhinggasedangdengan diameter mencapai 40 cm dantinggimencapai 20 meter, dankerapmenggugurkandaun. Batangnyabulatagakberlekuk-lekuk. Tajukpohonnya ramping ataumelebar. Kulitnyakasardanberwarnacokelattua. Batang yang sudahtuaberbauharum.Daun cendana tunggal, berhadapandenganbentukelipsdantepidaun yang rata. Ujung daunruncingmeskipunterkadangmembulat. Akarcendanatanpabanir. Cendana memilikiperbungaan yang terminal ataueksiler yang tumbuh di ujungdanketiakdaun. Cendanamemilikibuahbatuberbentukbulat yang berwarnahitamsaatmasak.

 

Paraserianthesfalcataria (L) Nielsen

Pohonnyadapatmencapaitinggisekitar 30–45 meter dengan diameter batangsekitar 70 – 80 cm. Bentukbatangsengonbulatdantidakberbanir. Kulitluarnyaberwarnaputihataukelabu, tidakberalurdantidakmengelupas. Tajuktanamansengonberbentukmenyerupai paying denganrimbundaun yang tidakterlalulebat. Daunsengontersusunmajemukmenyiripgandadengananakdaunnyakecil-kecildanmudahrontok. Warnadaunsengonhijaupupus. Sengonmemilikiakartunggang yang cukupkuatmenembuskedalamtanah, Buahsengonberbentukpolong, pipih, tipis, danpanjangnyasekitar 6 – 12 cm. Setiappolongbuahberisi 15 – 30 biji. Bentukbijimiripperisaikecildanjikasudahtuabijiakanberwarnacoklatkehitaman,agakkeras, danberlilin.

 

PinusmerkusiiJungh et de Vriesse

Pohonberukuransedang, selaluhijau, berumahsatu, dantingginyahingga 15 – 45 m. Batangutamalurusdalamtegakanrapat, bebascabangsampai 10 – 25 m, berdiameterhingga 100 – 140 cm, dantidakberbanirtetapibagianpangkalmelebar. Pepagantebaldankasarberalurdalam. Tajukcabang – cabangdalampusaranteraturdananak – anakcabanglokosdenganpangkaltanpadaun. Daunnyaberbentuksepertijarumkarenanyadisebutdaunjarum, daun – dauniniberpasangandalamsatuikatan yang terdiridariduajarumdalamsatufasikel, dibungkusolehsuatuselaput tipis 3 mm sampai 10 mm, panjangdaunantara 12 – 25 cm sedangkanlebardaun 1 mm – 2 mm, bentukpenampangnyasegitigadanbagianujungnyalancip.

www.bpdas-pemalijratun.net

 

Alstonia scholaris

Pohon bergetah, tinggi tanaman herbal ini  bisa mencapai 15 m. Daun terpusar berkisar 4 – 9 helai, bentuk lonjong sampai lanset, atau lonjong sampai bulat telur sungsang, menjangat, tipis dan kuat. Permukaan atas daun licin. Sedangkan permukaan bawahnya buram. Panjang daun 10 – 23 cm, dengan lebar 3 – 7,5 cm dengan panjang tangkai 7,5 cm  – 15 cm.Bunga : Perbungaan berupa malai rata, keluar diujung cabang atau diketiak daun, panjangnya sampai 13 cm. Sedangkan gagang bunganya pendek kurang lebih 2,5 cm, dan berambut. Bunganya wangi berwarna hijau terang sampai putih kekuningan dan pada  permukaannya berbulu halus dan rapat. Panjang   tabung 7 – 9 mm, agak mengecil pada bagian lehernya, helaian mahkota menyerong dan bundar. Panjang tangkai putik 3 – 5 cm.Buah berbentuk bumbung, panjangnya 20 – 50 cm.Biji-bijinya berambut pada bagian tepinya berjambul pada bagian ujungnya, panjang 1,5 – 2 cm

Sumber :http://baitulherbal.com/tanaman-herbal/tanaman-herbal-indonesia-pule/

 

Anthocephalus cadamba

Tinggi pohon dapat mencapai 45 m dengan panjang batang bebas cabang 30 m, diameter sampai 160 cm. batang lurus dan silindris, bertajuk tinggi dengan cabang mendatar, berbanir sampai ketinggian 1,50 m. kulit luar berwarna kelabu coklat sampai coklat,sedikit beralur dangkal.
Pohon jabon berbuah setiap tahun pada bulan Juni-Agustus. Buahnya merupakan  buah majemuk berbentuk bulat dan lunak, mengandung biji yang sangat kecil. Jumlah biji kering udara 18-26 juta butir/Kg. Jumlah buah 33 butir per kg atau 320 butir/ kaleng minyak tanah. Buah yang berukuran sedang dapat menghasilkan sekitar 8.300 pohon. Biji yang telah dikeringkan dan disimpan pada tempat yang tertutup rapat dalam ruang yang sejuk dapat tahan selama 1 tahun.

Sumber : http://jabonsehat.blogspot.com/2012/02/deskripsi-tanaman-jabon.html

 

 

Maesopsis eminii

Pohon meranggas, tinggi mencapai 45 m dengan bebas cabang 2/3 tinggi total. Kulit batang abu-abu pucat, beralur dalam, kulit dalam merah tua. Daun sederhana, duduk daun saling berhadapan, panjang 6 – 15 cm dengan tepi daun bergerigi. Tandan terdiri banyak bunga, sepanjang ketiak daun, panjang 1 – 5 cm. Bunga kecil, berkelamin ganda, mahkota putih kekuningan.
Buah bertipe buah batu lonjong, panjang 20 – 35 mm, mulanya berwarna hijau, berubah menjadi kuning dan akhirnya ungu atau hitam saat masak. Di bawah eksokarp terdapat mesokarp yang lunak dan paling dalam terdapat endokarp keras yang mengelilingi    benih. Masing-masing    buah   mengandung 1 (-2) biji dengan kulit gelap.  Terdapat 700 – 1.000 benih per kg.

 

Sumber : http://obenoceobed.blogspot.com/2011/10/kayu-afrika-maesopsis-eminii-engl.html

 

Gmelina arborea

Bentuk pohon besar pada umur 100 tahun dengan tinggi 25-50 meter. Batang dapat bulat dan lurus apabila tumbuh ditempat yang subur, tapi pada tanah-tanah yang kurang subur dan tegakan yang kurang rapat serta akibat dari kebakaran dan pengembalaanmempunyai kecenderungan untuk melengkung. Batang-batang yang besar biasanya menunjukkan penampang yang tidak rata.Daun berhadapan, berpucuk lancip dan bertangkai pendek. Bagian atas hijau kasar, bagian bawah daun hijau kekuning-kuningan, berbulu halus. Dengan diantaranya rambut-rambut kelenjar merah mengembung, kalau dirusak daunnya menjadi merah.Susunan bunga banyak terminal, bulir-bulir bercabang tersusun, berbulu halus, panjang 40-70 cm dan lebar 55-80 cm dengan banyak sekali bunga-bunga kecil, putih, berkelamin dua. Pada musim berbunga menyebabkan tajuk berwarna keputih-putihan.

Sumber: http://id.shvoong.com/exact-sciences/2064349-ciri-ciri-pohon-jati/#ixzz30oY0Zlfk

Acacia sp.

Akasia termasuk kedalam kelompok pohon yang hijau sepanjang tahun (evergreen). Tinggi pohon dapat mencapai 30 meter dengan tinggi bebas cabang mencapai setengah dari tinggi total. Kulit Akasia berwarna abu-abu atau cokelat dengan tekstur yang kasar dan berkerut. Daun berupa philodia (daun palsu) yang berukuran besar berwarna hijau gelap, dengan ukuran panjang mencapai 25 cm dan lebar antara 3-10 cm. Bunga berkelamin ganda dengan warna putih atau kuning

Sumber : Danida Forest Seed Centre, 2000

 

Etnobiologi

Resume : Ormed dan pelatihan floring

 

No

Obat Pangan Hias Liar Sayur Buah Industri Rempah
Ageratum conyzoides (babadotan ) Leucaena leucocephala (petai china) Syngonium podophyllum Alocasia spp Capsicum annum (cabe ) Carica papaya (pepaya) Swietenia mahagoni (mahoni ) Aleurites muloccana (kemiri )
Ageratum houstonianum (babadotan ) Manihot esculenta ( singkong) Cordyline fruticosa Calliandra portoricensis Capsicum prubescens (cabe rawit ) Mangifera indica (mangga) Swietenia macrophylla (mahoni ) Cymbopogon nardus (sereh)
Manihot glaziovii (singkong karet ) Zea mays (jagung) Althernantera amoena (jukut jatinangor ) Ipomoea cairica Sesbania grandiflora (turi) Muca spp Casia siamea Curcuma domestica (kunyit)
Piper aduncum ( KI sereh ) Oryza sativa (padi ) Euphorbia milii Ipomoea alba Lycopersicum esculentum Arthocarpus heterophylla (nangka) Pinus mercusii (pinus )  
Sonchus arvensis (tempuyung ) Ipomea batatas (Ubi jalar ) Sanseviera trifasciata Ipomoea carnea Solanum torvum Arthocarpus altilis (sukun) Gmelina arborea (jati putih)  
Euphorbia hirta (patikan kebo) Colocasia esculenta (talas) Euphorbia pulcherrima Mimosa pigra Vigna cylindrica (kacang panjang) Citrus maxima Tectona grandis (jati )  
Morinda citrifolia (mengkudu)   Acalypha macrophylla Tridax procumbens (gletang) Solanum nigrum (leunca) Nephelium longana Spathodea campanulata  
Sesbania grandiflora  (turi )   Agave americana Hyptis capitata Allium fistulosum (daun bawang) Psidium gujava (jambu klutuk) Antocephalus cadamba / (jabon , jati kebon)  
Urena lobata (pulutan)   Canna indica Lantana camara Phaseolus vulgaris (kacang merah) Annona muricata (sirsak) Arenga pinnata  
Nicontiana tabacum (tembakau)   Begonia spp Mimosa pudica Ocimum sanctum (kemangi) Averhoa carambola (belimbing) Acasia mangium  
Andropogon zizanioides ( Akar wangi )   Lavandula angustifolia Bidens pilosa   Syzygium aqueum 9jambu air) Gliricidia sepium  
Crassochepalum crepidioides (sintrong)     Bidens chinensis   Persea americana (alpukat)    
Stachytarpeta jamaicensis (pecut kuda)     Thunbergia alata        
Sida acuta     Centrosema pubescens        
Zingiber officinale (jahe)     Centrosema angustifolium        
Aloe vera (lidah buaya)     Alternanthera amoena (jukut jatinangor)        
Orthosiphon stamineus (kumis kucing)              
Hibiscus sabdarifa (rosela)              
Mentha arvensis (mint)              
Nigella sp (jinten)              
Sida rhombifolia              

there is no islam without unity, no unity without leadership,no leadership without obedience -Umar bin al-khattab –

Resume pelatihan skill dakwah 29/05/2014 (Dakwah itu wajib)

Dakwah ( berasal dari kata da’watan, daa, yad’u ) yaitu kegiatan menyeru, mengajak, memanggil untuk beriman, taat, kepada Allah SWT sesuai aqidah (hukum wajib (Qs 10 :25 )
Rukun Dakwah

1.Dai = Orang yang berdakwah

2.Mad,u= Objek dakwah

3.Pesan=yang disampaikan

Tahapan Dakwah

Conditioning (pendataan ) yaitu Upaya kita agar diterima Mad’u , cari tahu tentang data Mad’u agar terjalin kenyamanan

1.Dikenal = “Tak kenal maka taaruf ”

2.Disayang = Ketulusan, kesetiaan, Keikhlasan

3.Diikuti = Berikan contoh

Pemahaman yaitu ” menyampaikan walau hanya satu ayat ” dengan cara kreatif

Ajakan yaitu ajak komitmen, menerima islam sebagai satu – satunya jalan hidup, ajak untuk memegang aturan Allah dalam Al – Quran
Taslim yaitu hingga berserah diri menjadi hamba Allah
Kiat Kiat Dakwah Tardiyah

1. Keterikatan hati antara Dai dan Mad’u ( Taliful Qulb )

2. Membangkitkan keimanan tauhidullah “I’m nothing without Allah ”

3. Membantu memperbaiki keadaan dirinya dengan ibadah – ibadah yang diwajibkan

4. Menjelaskan kesyumulan ibadah “setiap hal yang dilakukan karena Allah adalah Ibadah”

5.Jelaskan kewajiban yang tidak mungkin dilakukan secara individu namun berjamaah

6. Menjelaskan kewajiban dakwah kepada sesama muslim

7.Mengenalkan dalam kontribusi keberlangsungan dakwah islam

 

 

 

Mangrove

  Resume : Buku Vehgetasi Hutan Mangrove

Kriteria Penilaian Pembobotan Lingkungan Vegetasi

>3,5

Sangat Mantap

2,5 – 3,5

Mantap

1,6 – 2,4

Cukup Mantap

1,1 – 1,5

Kurang Mantap

< 1,0

Tidak Mantap

 

 

 

 

 

Ketahanan Genangan

Pasang naik tinggi = Rhizophora mucronata

Pasang naik medium = Avicenia marina, Avicenia intermedia, Sonneratia spp, Rhizopora mucronata

Pasang normal = Genus Rhizopora, Xylocarpus spp, Bruguiera spp

Adaptasi Mangrove

            Menyerap air bersalinitas tinggi kemudian mensekresikan garam dengan kelenjar garam yang terdapat pada daun contoh : Avicennia, Aegiceras

  • Avecennia spp

Tidak dapat berasosiasi dengan lumpur tebal bersama Sonneratia menghadap ke laut

  • Rhizopora spp

Sukar di tembus oleh manusia, berkembang di daerah intertidal yang luas ( dari tergenang setiap pasang hingga daerah pasang saat purnama )

  • Bruguiera

Berkembang di belakang zona Rhizophora. Di daerah sedimen yang lebih berat dan terendam pasang 2x sebulan

  • Nypa / Ceriops

Bergabung dengan Bruguiera sp. Salinitas condong ke tawar

Jenis Akar Mangrove

  1. Akar papan : Ceriops tagal, Aglocarpus granatum, Heriteira littrolis
  2. Akar nafas : Aviccenia spp, Sonneratia spp, Xylocarpus molluccentris
  3. Akar lutut : Bruguiera spp
  4. Akar tunjang :Rhizophora spp
  5. Akar Udara: Bruguiera spp, Rhizophora spp

Penyerbukan

  • Aegiceras dan Avicennia : penyerbukan dibantu serangga
  • Sonneratia : Penyerbukan oleh serangga malam sehingga mekar pada saat malam hari

 

 

 

 

 

MANAJEMEN PERJALANAN

Resume materi ekskursi : Pak Joko Kusmoro

S= Sadarilah situasinya

U=untung malang tergantung kepada ketenanganmu

R= Rasa takut dan panik harus dikuasai

VI=Viva hidup hargailah     

VA= Vakum kekosongan isilah dengan seger

L=Latihlah dirimu dan belajarlah selalu

  • Perhitungkan, Perhatikan, Rencanakan
  1. Medan?
  2. Tujuan?
  3. Waktu?
  4. Keinginan yang bersifat khusus?
  5. Kemampuan membawa perlengkapan?
  • Kesehatan
  1. Mental?
  2. Fisik?
  3. Daa tahan?
  4. Pembekalan gizi
  • Survival
  1. Mental
  2. Pengetahuan
  3. Peralatan

Patokan dan Tindakan

  • Berfikir
  • Perencanaan
  • Perhitungan bijaksana
  • Evaluasi
  • Bertindak

Pengetahuan

  • Perindungan
  • Air (mis lumut, tumbuhan)
  • Mata angin (indikator mis Asteraceae = timur )
  • Makanan
  • Api (kayu bakar)
  • Cuaca (mis :indikator kupu-kupu dan belalang hinggap di balik daun, kicauan burung)
  • Kondisi bahaya (mis: migrasi satwa)

 

 

 

Taksidermy

VERTEBRATA

SEMESTER GENAP

TAHUN AJARAN 2014/2015

TAKSIDERMY

 

HARNI MUTIA SARA

140410120007

 

 

JURUSAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS PADJADJARAN

JATINANGOR

2014

 

 

SEJARAH

Taxidermy adalah seni pemasangan atau kegiatan mereproduksi hewan yang sudah mati untuk dijadikan trofi berburu dan sumber belajar. Istilah taxidermy berasal dari bahasa Yunaniyang artinya “penataan kulit”. Taxidermy dapat dilakukan pada semua spesies vertebrata dari hewan, termasuk mamalia, ikan, burung, amfi bi, dan reptil. Orang yang mereproduksi dan ahli mengisi kulit hewan disebut taxidermist. Para taxidermist dapat berlatih secara profesional untuk museum atau sebagai bisnis untuk kebutuhan para pemburu

dan nelayan, atau sebagai amatir. Mereka harus mengerti tentang anatomi, patung, lukisan, dan penyamakan. Kegiatan mengumpulkan hewan yang sudah dibekukan (taxidermy) mungkin pernah kita temui ketika berkunjung ke museum atau ke rumah seorang kolektor. Biasanya hewan-hewan tersebut menjadi hiasan. Sekilas terlihat seperti hewan yang masih hidup, tetapi sebenarnya telah mati. Memang sebenarnya mereka adalah hewan yang dikeraskan (dibekukan), tubuhnya asli, bukan buatan manusia. Tetapi, kebanyakan hewan taxidermy diletakkan pada museum-museum karena hewan-hewan yang dibekukan itu digunakan untuk belajar, sebagai media ilmu pengetahuan tentang anatomi

 

DEFINISI DAN TUJUAN

Taksidermi merupakan istilah pengawetan untuk hewan pada umumnya, vertebrata pada khususnya, dan biasanya dilakukan terhdap hewan yang berukuran relatif besar dan hewan yang dapat dikuliti termasuk beberapa jenis reptil, burung, dan mammalia. Organ dalam dikeluarkan dan kemudian dibentuk kembali seperti bentuk asli ketika hewan tersebut hidup (dikuliti, hanya bagian kulit yang tersisa). Pengetahuan tentang kulit ini, sering dipakai sebagai bahan referensi untuk identifikasi hewan vertebrata, dan juga untuk menunjukkan bemacam-macam varietas yang terdapat di dalam species.

 

Dengan kata lain taksidermi merupakan pengetahuan tentang 

  • skinning (pengulitan),
  • preserving (pengawetan kulit), 
  • stuffing (pembentukan), dan
  • mounting/opzet/pajangan (penyimpanan sesuai kondisi waktu hidup).

 

 

 

Mengenai cara untuk merecord bekas  jejak kaki ,penulis melakukan sesuai dengan yang

 Disebutkanoleh Van strien (1983) dalam File Mammalogy AH Mustari, yaitu :

 

Cara mencetak  jejak dengan bahan gips adalah sebagai berikut :

 

  1. Aduk gipsdengan air sampai membentuk adonan  yang merata  dan tidak  terlalu

 Encer (Menurut pengalaman penulis, adonan yang bai bertekstur seperti pasta gigi )

 

2. Tuangkan adonana pada permukaan jejak sampai rata dengan tinggi permukaan tanah dengan terlebih dahulu membersihkan jejak –dari dedaunan, kerikil, atau benda yang lain yang akan mengganggu bentuk dari jejak tersebut.

  

3.Angkat setelah gips kering dan cukup kering setelah sekitar 15 – 30 menit didiamkan.

 

4. Labeli dan beri identitas yaitu :Tanggal, bulan tahun pencetakan  jejak lokasi/blok hutan spesies satwa (jika diketahui); bagian kaki mana yang jejaknya dicetak (jika diketahui0, nama atau nama grup peneliti (misal KPM)pencetak  

 

ALAT DAN BAHAN

  1. Bak bedah
  1. Gunting, gillete, pincet,
  2. Kawat, jarum jahit, dan benang.
  3. Chloroform
  4. Kapuk/kapas
  5. tepung tapioka
  6. Air

PROSEDUR PEMBUATAN

  1. Penentuan & Pematian Spesimen (salah satunya burung merpati)

Kingdom                      Animalia

Phylum                        Chordata

Class                            Aves 

Ordo                            Columbia former

Family                         Columbiadae

 Genus                           Columbia

 Spesies                        Colimbia livia

 

  1. Skinning (pengulitan)
  2. Stuffing (pembentukan) dengan diisi kasa, kapas sebagai pengganti otot dan organ.
  3. Mounting /opzet/pajangan. Bila sudah kering, letakkan mereka sesuai dengan kebiasaan pada waktu hidupnya.  Misalnya dalam posisi berdiri, duduk atau terbang untuk memperlihatkan tingkah laku  hewan tadi di alam. Perhatikan beberapa contoh mounting
  4. Pemeliharaan. Pemeliharaan spesimen yang ditaksidermi dengan cara menghindarkan dimakan serangga.  Hal ini dapat dilakukan dengan cara menempatkan koleksi dalam tempat penyimpanan yang selalu bersih dan tidak lembab. Dapat juga dengan memberikan obat insektisida. Para- dichloro-benzena atau napthalin/kamper (kaper barus) ke dalam lemari atau kotak penyimpanan spesimen.

 

 

 

 

Metode Analisis Mikrobiologi Air

 

  • Heterotropic Plate Count

Perhitungan plate count sepert Heterotrophic Plate Count biasanya menggunakan metode pour plate. 1 ml sample air atau yang sudahdiencerkan secara desimal dipindahkan ke beberapa petridish,tambahkan 15 ml agar cair, aduk perlahan dan biarkan membeku Inkubasi 48 jam pada 35° C ( BAM ). Jumlah koloni yang tumbuh dihitung sebagai jumlah bakteri Suhu inkubasi bisa dilakukan pada suhu 20, 30 atau 35 – 37 ° C. Tergantung pada suhu inkubasi , perhitungan mukin disebut psikotropik aerobic atau anaerobic standar count ( 20° C atau mesophilic aerobic atau anaerobic plate count ( 30 atau 35 – 37° C

  • Presence Absence Testing

Tujuan dilakukannya metoda ini adalah mengambil informasi kualitative tentang ada tidaknya organisme target atau group organisme. 100 ml sample dimasukkan ke dalam sebuah flask, kemudian ditambahkam media mikrobiologi. Dalam metode ini sampel tidak diencerkan karena akan menurunkan selektivitasnya

  • Most Probable Number / Multiple Tube Technique

MPN merupakan modifikasi dari metode Presence Absence. Jika pada presence absence hanya digunakan satu sampel, maka pada MPN digunakan pada berbagai tabung dengan jumlah sampel yang diencerkan. Hasil positive dan negative dari tiap tabung dapat digunakan un tukmenghitung jumlah mikroorganisme terdekat. Untuk menghitungnya dapat digunakan tabel yang bisa didapatkan pada standard methods

  • Membrane Filtration

Metoda membrane filtration lebih sederhana dan memberikan hasil quantitative yang jauh lebih cepat. Technik membrane filter biasanya digunakan untuk menguji air minum tetapi mempunyai keterbatasan pada air yang terkontaminasi berat atau mempunyai banyak bakteri non coliform.Jumlah sampel harus dipilih sehingga hasilnya berkisar pada 20 – 60 koloni. Biasanya sampel yang digunakan 100 ml. Sampel dengan jumlah yang lebih banyak biasanya digunakan untuk mendeteksi pseudomonas aeroginosa ( 200 ml ) atau sampai 500 ml pada air kolam renang.Membran filter yang digunakan biasanya mempunyai poros 0,45 μm dengan diameter sekitar 50 mm. Bahan filter yang digunakan harus dipilih sehingga jumlah bakteri yang tinggal tidak terpengaruh oleh bahan tersebut

Teknik membrane filter relative lebih sederhana. Padaawalnya, alat filtrasi disterilkan untuk mencegahkontaminasi. Membrane filter dimasukkan kedalamalat filtasi. Alirkan sample. Setelah itu membrane filterdiletakkan pada media selektive atau media lainnya.Jumlah yang tumbuh dihitung sebagai jumlah cfu

Anak Tambak

 

Senyumku tak bisa tertahankan setiap kali melihat anak yang warna kulitnya kecoklatan itu. Tak ku sangka, ada laki – laki seperti dia di pulau seperti ini. Tubuhnya  tinggi dengan dada yang bidang. Sifatnya  yang  dingin dan tak banyak bicara, membuatku semakin ingin bersahabat dengannya.

“Wah, langitnya bagus banget, eh wan kapan waktu panen ?” Kataku dengan wajah menghadap ke langit sambil menikmati segarnya angin laut.

Dawan yang sedang menebarkan pakan hanya menoleh dan tak menjawab pertanyaanku.

“ Kau kan tak bisa berenang, masih saja kau mendayung sendirian.” Dawan berbicara sambil memeriksa tambak miliknya.

Aku hanya tersenyum, sambil memandangi wajahnya. Itulah yang ku suka dari Dawan, dia selalu memiliki cara berbeda untuk menyampaikan kepeduliannya.

Tiba- tiba Dawan menuju sampannya dan pergi mendayung. Melihatnya pergi meninggalkanku, aku dengan segera menuju sampan kecil milliku, dan mendayung dengan sekuat tenaga agar bisa menyusulnya. Aku mendayung dan terus mendayung. Aku hanya fokus pada sampan Dawan yang menjauh dan semakin jauh. Dan dengan spontan ku tambah kecepatannku, hingga aku kehilangan keseimbangan. Dan entah apa yang terjadi.

Saat ku membuka mata, dengan samar – samar ku lihat wajah Ibu. Kepalaku terasa berat dan pusing. Aku sedikit teringat saat aku berada di tengah laut. Ibu menceritakan apa yang terjadi padaku. Dengan nada sedikit marah, Ibu mengkhawatirkan sesuatu yang buruk akan menimpaku. Tapi yang kini ada dipikiranku adalah Dawan.

Di Sekolah, dia selalu nampak serius memperhatikan pelajaran. Wajahnya amat dingin dan terlalu fokus. Bahkan aku tak pernah melihatnya tertawa. Entah, sebenarnya mahluk jenis apa dia ini.

Sepulang sekolah, diujung tracking mangrove yang menghadap ke laut lepas, aku menunggu Dawan kembali dari tambak miliknya. Di sini adalah tempat yang tepat untuk melihat eksotisnya sun set. Jingga romantis yang semakin mendekatkan aku dengan Tuhan.

Laut sudah semakin surut, tapi dawan belum juga kembali. Aku mengumpulkan bunga – bunga bakau ( Rhizopora sp ) yang unik. Berbentuk memanjang dan di atasnya terdapat bagian yang dapat dilepas. Jika telah dilepas, akan nampak semacam titik tumbuh untuk menjadi individu baru. Pucuk itu di tancapkan ke dalam pasir yang setengah berlumpur. Dan akan tumbuh menjadi pohon bakau yang baru. Itu yang selalu Dawan lakukan sepulang dari tambak. Dawan memang berbeda dengan anak – anak lain di pulau ini. Apapun yang Ia lakukan, selalu mengundang pertanyaan untukku.

Dawan akhirnya kembali dengan sampannya.

“Kau ini, berhenti membuatku khawatir!” Dawan mengambil semua bunga yang belum sempat ku tancapkan. Lalu dia melanjutkannya.

“Memangnya salahku apa? aku kan udah gak main sampan lagi.” Aku berbicara dengan nada kesal dan menatap Dawan tajam.

“Hutan mangrove tidak aman, disini banyak ular.” Dawan kembali menanggapiku dengan dingin.

“Kamu boleh kesini, kenapa aku gak boleh?” Aku menggerutu dengan bibir cemberut.

Lalu kubersihakan kakiku dan duduk dengan kaki mengantung di atas air, pada jalan yang terbuat dari kayu. Laksana dermaga sederhana.

Aku hanya melihat Dawan yang terus membudidayakan bakau. Sesekali dia juga menangkap lobster dan kepiting yang menampakkan diri. Terkadang dia juga menangkap ikan khas yang hanya terdapat di hutan mangrove. Sedangkan anak –anak lainnya, biasanya hanya bermain di kawasan pantai wisata. Selama hampir satu bulan aku di pulau ini, kegiatanku hanya ke sekolah dan mengikuti Dawan.

“Wah, banyak banget.”Aku tergiur dengan hasil tangkapan Dawan.

“Kalau mau, ikut saja ke rumahku.” Kata Dawan lalu pergi membawa tangkapannya.

Meskipun ajakannya dingin. Tapi itu membuatku senang dan mengikutinya dari belakang.

Suara ombak terdengar bergemuruh dari sini. Hasil tangkapan tadi, dibakar menggunakan arang dari batok kelapa. Bumbu yang sederhana menguatkan rasa sea food yang segar.Aku dan Ira, adik Dawan, sangat lahap menikmati makanan yang memiliki nilai ekonomi tinggi ini. Angin sore, gemuruh ombak, Lobster dan kepiting yang baru ditangkap, ditambah kelapa muda yang baru di petik, beautiful life.

“ Dagingnya masih banyak, nih.” Aku menyodorkan daging lobster yang menggugah selera.

Dawan tersenyum kecil dan melihatku seperti seseorang yang tidak pernah merasakan nikmatnya santapan laut.

“ Melihat kau makan, sudah membuatku kenyang.” Dawan mengatakan itu di sela- sela Ia menikmati segarnya air kelapa muda.

“Kenapa kau?” Dawan merasa tak nyaman karena aku terus saja memandangnya.

“ Ternyata kamu bisa senyum.” Aku menjawab sambil tertawa ringan dengan daging lobster yang memenuhi mulutku.

“Jika sudah selesai, akan ku antar kau pulang.”Dawan kembali bersikap dingin dan masuk ke dalam rumah.

Perjalanan pulangku berlatarkan langit jingga nan cantik. Aku berjalan disamping Dawan sambil memperhatikan tubuhnya yang tegap dan proporsional.

“ Dawan, Ibumu kan jualan ikan, kalo ayah kamu?” Lagi – lagi Dawan hanya menoleh dan tidak menjawab pertanyaanku.

“Oke, aku ganti pertanyaan. Kayanya aku gak pernah lihat kamu main olahraga air, atau main bareng teman – teman sebaya kamu gitu. Kalo gak ke tambak, ke hutan mangrove. “ Dawan menghentikan langkahnya dan menatap mataku sejenak dengan ekspresinya yang kaku.

“Sudah sampai, mulai besok jangan ikuti aku lagi.” Kata Dawan dingin lalu pergi.

Malam ini langit sangat gelap. Itulah kenapa bintang – bintang yang nampak amat banyak dan terang cahayanya. Di jendela kayu kamarku, aku masih saja mempunyai banyak pertanyaan tentang Dawan, Anak Tambak misterius itu.

Pagi keemasan mengantarkan perjalananku menuju sekolah. Saat waktu istirahat tiba, ku cari si wajah datar itu diperpustakaan. Wajahnya tertutupi lebar buku yang ia baca. Ku baca sampulnya dalam hati “ Hutan Mangrove Indonesia”. Nampaknya ia sangat tertarik pada hutan mangrove, pantas saja dia sangat peduli. Berbeda dengan teman-teman sebayanya.

“Sepertinya ayahku punya buku seperti ini.” Aku memecah konsentrasi Dawan.

Dawan menyingkirkan buku itu dari wajahnya, dan menatapku dengan sedikit sinis. Dia sama sekali tak menanggapi aku. Menyimpan buku. lalu keluar dari perpustakaan.

Meskipun Dawan melarang aku mengikutiya, tapi aku tetap menunggu dia di ujung tracking mangrove. Kali ini aku menunggunya sambil membaca buku milik ayah “Hutan Mangrove Indonesia”. Tak banyak yang ku tahu tentang mangrove pada awalnya. Tapi kini aku tahu, manfaat dan uniknya tumbuhan ini. Selain memecah gelombang dengan berbagai bentuk akarnya yang unik, mangrove juga menjadi habitat bagi banyak hewan yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Barisannya pun ternyata tidak sembarangan. Terdapat susunan tertentu, mulai dari muara, bibir pantai, hingga laut lepas. Disusun oleh jenis atau species yang berbeda.

Terlalu asik membaca, aku sampai tidak sadar laut sudah surut. Dawan pun sudah kembali dengan sampannya. Seakan tak pernah lelah, ia terus menanam bakau, dan menjadikan itu rutinitas. Melihat Dawan menancapkan calon pohon bakau, kakiku gatal ingin merasakan dinginnya air asin dan payau.

Dawan melihatku mengayunkan kedua kaki yang tak tersentuh air. Lalu dia naik ke atas dermaga kayu, padahal bunga ditangannya masih banyak. Dia duduk di sampingku, dan membuka bootsyang ia kenakan. Dia memberiku sebagian bunga yang belum ditanam dan menyuruhku memakai boots miliknya. Senangnya menanam bakau bersama, aku menggunakan sepatu boots milik Dawan, sedangkan Dawan menggunakan kaki telanjang.

Dawan memarahiku karena langkahku yang menggeser kaki membuat air keruh.  Seharusnya aku mengangkat kakiku saat melangkah, agar kepiting dan lobster bisa terlihat. Alhasil hari ini Dawan tak mendapatkan apapun. Meskipun begitu Dawan tidak marah.

Kami duduk di tepi dermaga sederhana menghadap ke laut lepas. Indahnya sun set membuat siapapun tidak ingin melewatkan keelokan jingga sore itu. Aku meyodorkan buku milik ayahku, agar Dawan bisa melanjutkan membacanya.

“Aku sudah sering membacanya.” Jawaban yang sama sekali tak membuatku heran.

“ Indonesia sudah kehilangan 70% hutan mangrove, dan sisanya pun, susunannya sudah rusak. Padahal untuk negara kepulauan seperti Indonesia itu sangat penting. Hasil penelitian dari  The Nature Conservancy dan Wetlands International bilang kalau ketebalan minimal 100 meter mangrove dapat mengurangi tinggi gelombang sampai  66%. Selain itu juga mengurangi resiko abrasi, angin topan, badai, mangrove sudah seperti tentaranya pulau. “

“Ya ampun, baru kali ini aku melihat ekspresi Dawan begitu rileks. “Kataku dalam hati.

“Udah hampir gelap, ayo pulang.” Seakan mengetahui gumamku dalam hati, Dawan mengalihkan perhatian.

Langit sudah gelap, nampak lalu lalang nelayan yang akan mencari ikan malam ini. Dan sampailah di rumahku.

“ Dawan, ayahku punya banyak buku tentang mangrove, kamu boleh pinjem kok.”

“Itu kan punya ayah kau, bukan punya kau.” Jawab Dawan.

“Tapi ayah gak akan keberatan kalau kamu pinjem, beneran, suer.” Aku berusaha meyakinkan Dawan yang kembali berwajah dingin.

Tapi setelah itu, Dawan menanggapinya dengan senyum. Dan… senyumannya manis…, oh no…. aku pun berlari masuk ke dalam rumah.

“Nara…, besok panen.” Dawan berteriak dengan suara bass serak – serak basah, memberitahuku waktu panen.

Malam ini aku membaca buku – buku milik ayah tentang mangrove.

“ Ayah kenal dengan ayahnya Dawan?”Aku memecah konsentrasi ayah di meja kerjanya.

“ Pak Wira, beliau juga polisi hutan sama seperti Ayah. “ Ayah menjawab pertanyaanku dengan santai.

“Lalu sekarang Pak Wira bertugas dimana yah?” Pertanyaanku membuat ayah terdiam sejenak.

“ Beliau sudah lama meninggal dunia, saat Ayah belum bertugas disini.” Sekarang jawaban Ayah yang membuat aku terdiam.

“Meninggalnya kenapa yah? “

“Digigit ular yang paling berbahaya di Filiphina.”

“Hah, kok bisa ada spesies ular paling berbahaya di Filiphina, ini kan Indonesia, oh spesies ular itu juga ada  di Indonesia, gitu yah ?” Aku berbicara tanpa jeda.

“Menurut data penelitian ular itu tidak ditemukan di Indonesia. Tapi katanya ular itu tidak sengaja terlepas di hutan mangrove.”

Setelah berbincang dengan ayah, aku jadi sulit memejamkan mata. Tak sadar terlelap, saat terbangun sudah pagi. Mataku tak bisa menahan rasa kantuk yang melanda. Apa yang guru ajarkan pun, tidak kupelajari dengan baik.

Suasana dermaga yang tenang, membuat mataku semakin terasa berat. Dengan posisi bersandar pada pagar dermaga,  aku tidur sambil menikmati belaian angin siang yang sejuk.

“Nar, nara.” Suara Dawan membangunkanku.

Saat terbangun, aku melihat beberapa ember besar berisi tangkapan laut.

“Katanya mau bantu.” Kata Dawan.

“ Oh iya, iya” Dengan sigap aku membantu membawa ember yang berat.

Kami mendatangi sebuah tempat berkumpulnya para ikan segar. Ikan di timbang lalu ditentukan harganya. Tidak semua ikan Dawan jual, sebagian ia bawa pulang ke rumah sebagai santapan, dan sebagian lagi di keringkan menjadi ikan asin.

Dan untuk pertama kalinya aku bersama Dawan menikmati sun set di kawasan pantai wisata bersama. Aku dibelikan es pelangi yang terbuat dari beras ketan. Entah kenapa di sebut es pelangi, padahal warnanya hanya merah muda.

Pasir putih yang terhampar luas, laut biru berombak damai, nikmatnya ada di sini. Dawan pergi mengembalikan gelas kepada penjual es. Saat dia kembali. Dia membawa benda tipis, yang entah namanya apa. Sejenis mainan plastik yang dapat diisi udara. Dan ketika diisi udara, akan membentuk karakter kartunyang disukai anak – anak. Pipi Dawan menggembung, meniup mainan plastik yang ternyata berbentuk ban. Dan di dalam ban plastik itu terdapat bola kecil yang menghasilkann suara nyaring yang sangat di sukai anak – anak.

“ Itu pelampung buat Ira?” Aku bertanya spontan.

“Ira bisa berenang kok, ini buat kau.” Dawan membuatku terdiam sejenak.

“Makasih…… Dawan……” Aku senang berlebihan sekaligus bingung.

Kami pun menikmati senja hingga gelap datang.

Keesokan harinya di ujung tracking mangrove.

Hari ini hujan sangat lebat. Gelombang juga cukup tinggi. Aku dan Dawan hanya melihat tambak dari kejauhan.

“ Dawan, apa benar Ayah kamu meninggal karena digigit ular?” Aku tiba – tiba teringat hal itu.

Dawan tidak menjawab pertanyaanku. Dia hanya terdiam menatap kosong ke arah laut lepas. Aku merasa bersalah telah mengeluarkan kata – kata itu dengan entengnya dari bibirku.

“Sepulang dari tambak milik kami, aku dan Bapak biasa makan siang di sini. Sesekali bapak juga menanam bunga – bunga mangrove. Dan waktu itu ada dua orang yang tak dikenal, memakai speed boat, dan membawa karung. Lalu kedua orang itu mengeluarkan seekor ular tepat di belakang Bapak. Setelah itu, aku juga sedikit lupa. Mungkin gerakan Bapak membuat ular itu terancam, atau bagaimana. Bapak digigit dan aku menangis.” Dawan mengekspresikan wajah yang tidak pernah kulihat sebelumnya.

“Bapak menenangkan aku, dan Bapak bilang di hutan mangrove ini tidak ditemukan spesies ular yang membahayakan. Dulu Bapak juga sering mengajarkan aku cara menangkap ular. Dan saat aku bertanya jenis ular apa yang tadi menggigit Bapak. Bapak juga tidak tahu. Padahal biasanya, Bapak hafal nama latin setiap species yang ada di taman nasional dan di hutan mangrove ini.” Lanjut Dawan

“Hal yang selalu membuat aku bertanya adalah, kenapa orang – orang itu tak menolong Bapak saat itu, malah pergi.”

Aku hanya memandang wajah Dawan yang seakan sedang berbicara pada lautan.

“Dan setelah Bapak pergi, beberapa hari kemudian, ular itu tertangkap oleh rekan Bapak yang seprofesi, lalu diketahui jenis dan asal – usulnya. Dan beberapa tahun kemudian aku mengetahui mengenai rencana pembangunan resort di kawasan tracking mangrove. Entahlah..” Dawan menarik nafas panjang.

“Mengetahui Bapak adalah orang yang paling menentang, terkadang khayalan aku mengaitkan semua cerita.Tapi aku tak tahu bagaimana cara merasionalkan semuanya.”

Tiba – tiba terdengar suara petir, yang megakhiri obrolan kami saat itu. Dawan mengajakku berlari di tengah hujan yang semakin deras. Terdengar suara gesekan antara langkah kaki kami dengan jalan yang terbuat dari kayu.

Dijendela kayu kamarku, hujan nampak konsisten turun dari langit. Angin pun meramaikan suasana hingga suaranya meraung – raung membuat seluruh jendela kamarku bergetar. Kapan badai ini akan berhenti? Aku takut pulau indah ini terisolasi kembali. Hingga bahan pangan menipis, dan emosi masyarakat tak terkendali. Tiga bulan adalah waktu Tuhan pernah menguji kesabaran wisatawan dan masyarakat untuk bertahan di pulau kecil yang jauh dari daratan luas pulau – pulau besar.

Hari demi hari aku hanya terdiam di depan jendela kamarku, dan menanti badai reda. Sesekali mataku beralih pada pelampung berbentuk ban di sudut kamar yang belum sempat dipakai. Aku mendengar kegaduhan obrolan Bapak dan Ibu. Saat keluar kamar, bola mataku hanya mengikuti arah gerak Bapak dan Ibu yang sibuk kesana kemari.

“Bu, Bapak mau kemana?” Aku bertanya pada Ibu setelah Bapak berpamitan pergi dengan tergesa – gesa.

“Ada nelayan yang  belum kembali, entahlah Ibu juga gak ngerti, gelombang sedang tinggi kok nekat.” Ibu menjawab dengan nada kesal bercampur khawatir.

Ya Tuhan, apa mungkin karena kebutuhan yang mendesak, nelayan itu rela mengantarkan nyawa. Berjuta kemungkinan memenuhi pikiranku saat berjalan di tengah hujan yang deras berangin.

Saat sampai, ternyata Dawan tak ada dirumah. Aku menyusulnya ke kawasan pantai wisata. Tak ku sangka deburan ombak yang indah ketika marah sungguh menakutkan. Kios – kios pedagang yang biasanya ramai, hanya tersisa kayu – kayu yang porak poranda. Aku tercengang dengan pantai yang hanya dapat ku lihat dari kejauhan.

Terlalu lama hanyut dalam keadaan yang tak ramah. Semakin menyadarkanku, betapa Mahakuasa-Nya Tuhan. Tak sadar aku ditarik oleh seseorang hingga terjatuh. Tubuhku bergesekan dengan pasir dan menimpa tubuh orang itu.

“Kau ini, ombak hampir saja melahapmu, berhenti membuatku khawatir.” Dawan berbicara dengan menumpahkan seluruh emosinya. Wajah dan matanya memerah serta nafasnya terengah – engah.

Dia bangkit lalu membersihkan pasir yang menempel dengan tergopoh. Dia pergi meninggalkanku, dan aku hanya memandangi tubuhnya yang semakin jauh. Dia nampak rapuh.

Aku berjalan dengan tatapan kosong. Sebuah rumah yang banyak didatangi penduduk ku masuki. Nampak mayat yang ditutupi selembar kain batik ditangisi seorang Ibu dan dua anak kecil. Sepertiku, Dawan memandang mereka dengan tatapan kosong.

Beberapa minggu kemudian…

Setelah badai itu keadaan hutan mangrove masih sama. Semuanya masih kokoh dan ramah. Memang tak salah jika Dawan menyebut hutan mangrove sebagai tentaranya pulau. Aku juga sudah bisa berenang. Dawan yang ajarkan. Namun tetap saja, aku belum boleh melepas pelampung konyol ini saat menaiki sampan. Nanti Dawan bisa marah, dan berkata, “berhenti membuatku khawatir!” Aku semakin terbiasa dengan kata – kata itu.

Dia semakin kuat dan kokoh seperti bakau. Semenjak kepergian pamannya, dia semakin giat membantu perekonomian Ibu dan Bibinya. Dawan juga membangun kolam – kolam kecil untuk membesarkan lobster dan kepiting. Bibitnya masih di ambil dari hutan mangrove. Laki – laki sebelahku ini memang selalu mempesona. Setelah bercerita dengan ayah, pihak Taman Nasional menjadi lebih peduli untuk memberi pencerdasan kepada masyarakat tentang mengembangkan hutan mangrove. Perekonomian masyarakat juga akan dikembangkan melalui kerjasama dengan LSM.

“Jangan digeser, keruh jadinya.” Dawan kesal dan menatapku tajam.

Terlalu lama melamun, jadi tidak kontrol. Dengan wajah cuek dan tanpa dosa, kulanjutkan menanam bunga – bunga bakau ini.

Laut mulai kembali pasang. Warna jingga kemerahan mulai menyatu antara langit dan laut lepas sebagai bayangannya. Mataku berbinar menatap indahnya karya tuhan. Saat warna mulai berganti. Kami pulang menyusuri tentara pulau yang berbaris rapi. Bersama tentara pribadi di sampingku, ku susuri tracking mangrove dengan suara gesekan langkah dan jalan yang terbuat dari kayu. Decitan sepatu boots besar milik Dawan yang kukenakan juga ikut meramaikan perjalanan pulang kami. Ditambah gericik bola kecil di dalam pelampung ban miliku yang dibawa Dawan, kombinasi tak karuan namun mengindahkan perjalanan saat maghrib itu.

–          Mutsar –

Mekanisme Kerja Stomata

LAPORAN DISKUSI FISIOLOGI TUMBUHAN

SEMESTER GENAP

TAHUN AJARAN 2014/2015

MEKANISME KERJA STOMATA

HARNI MUTIA SARA

140410120007

KELOMPOK 10

JURUSAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS PADJADJARAN

JATINANGOR

2014

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Pegertian Stomata  

Stomata berasal dari bahasa Yunani yaitu stoma yang berarti lubang atau porus, jadi stomata adalah lubang-lubang kecil berbentuk lonjong yang dikelilingi oleh dua sel epidermis khusus yang disebut sel penutup (Guard Cell), dimana sel penutup tersebut adalah sel-sel epidermis yang telah mengalami kejadian perubahan bentuk dan fungsi yang dapat mengatur besarnya lubang-lubang yang ada diantaranya (Kartasaputra, 1988).

1.2 Penyebaran Stomata

 Menurut Pandey dan Sinha (1983) menyebutkan ada 5 type penyebaran stomata pada tanaman, yaitu :

1. Type apel atau murbei dimana stomata didapatkan hanya tersebar pada sisi bawah daun saja, seperti pada apel, peach, murbei, kenari dan lain-lain.

2. Type kentang dimana stomata didapatkan tersebar lebih banyak pada sisi bawah daun dan sedikit pada sisi atas daun seperti pada kentang, kubis, buncis, tomat, pea dan lain-lain.

3. Type oat, yaitu stomata tersebar sama banyak baik pada sisi atas maupun pada sisi bawah daun, misalnya pada jagung, oat, rumput dan lain-lain.

4. Type lily hutan, yaitu stomata hanya terdapat pada epidermis atas saja, misalnya lily air dan banyak tumbuhan air.

5. Type potamogeton yaitu stomata sama sekali tidak ada atau kalau ada vestigial, misalnya pada tumbuhan-tumbuhan bawah air.

1.2  Bagian – bagian Stomata

Stomata dapat dibagi menjadi beberapa bagian diantaranya. Yaitu

  1. Bagian sel penutup/sel penjaga (guard cell),
  2. Bagian yang merupakan sel tetangga,
  3. Ruang udara dalam.

1.4 Stomata Berdasarkan Letak Sel Penutup

Keadaan letak sel penutup yang berbeda dapat menentukan macam-macam stomata seperti :

  1. Stoma phanerophore yaitu stoma yang sel-sel penutupnya terletak pada permukaan daun, seperti pada tumbuh-tumbuhan hidrophyt. Stoma yang letaknya dipermukaan daun ini dapat menimbulkan banyaknya pengeluaran secara mudah dan selain itu epidermisnya tidak mempunyai lapisan kutikula.
  2. Stoma kriptophore yaitu stoma yang sel penutupnya berada jauh dipermukaan daun, biasanya terdapat pada tumbuhan yang hidup di daerah kering yang dapat langsung menerima radiasi matahari. Dengan demikian fungsinya untuk mengurangi penguapan yang berlebihan, membantu fungsi epidermis, mempunyai lapisan kutikula yang tebal serta rambut-rambut. Biasanya sering terdapat pada tumbuhan golongan kaktus.

BAB II

ISI

2.1 Mekanisme Kerja Stomata

Mekanisme membuka dan menutup stomata pada tanaman yang toleran terhadap cekaman kekeringan sangat efektif sehingga jaringan tanaman dapat menghindari kehilangan air melalui penguapan (Price dan Courtois,1991; Pugnaire dan Pardos,1999).

Stomata akan membuka jika kedua sel penjaga meningkat. Peningkatan tekanan turgor sel penjaga disebabkan oleh masuknya air kedalam sel penjaga tersebut. Pergerakan air dari satu sel ke sel lainnya akan selalu dari sel yang mempunyai potensi air lebih tinggi ke sel ke potensi air lebih rendah. Tinggi rendahnya potensi air sel akan tergantung pada jumlah bahan yang terlarut (solute) didalam cairan sel tersebut. Semakin banyak bahan yang terlarut maka potensi osmotic sel akan semakin rendah. Dengan demikian, jika tekanan turgor sel tersebut tetap, maka secara keseluruhan potensi air sel akan menurun. Untuk memacu agar air masuk ke sel penjaga, maka jumlah bahan yang terlarut di dalam sel tersebut harus ditingkatkan (Lakitan, 1993).

Aktivitas stomata terjadi karena hubungan air dari sel-sel penutup dan sel-sel pembantu. Bila sel-sel penutup menjadi turgid dinding sel yang tipis menggembung dan dinding sel yang tebal yang mengelilingi lobang (tidak dapat menggembung cukup besar) menjadi sangat cekung, karenanya membuka lobang. Oleh karena itu membuka dan menutupnya stomata tergantung pada perubahan-perubahan turgiditas dari sel-sel penutup, yaitu kalau sel-sel penutup turgid lobang membuka dan sel-sel mengendor pori/lobang menutup (Pandey dan Sinha, 1983).

Stomata membuka karena sel penjaga mengambil air dan menggembung dimana sel penjaga yang menggembung akan mendorong dinding bagian dalam stomata hingga merapat. Stomata bekerja dengan caranya sendiri karena sifat khusus yang terletak pada anatomi submikroskopik dinding selnya. Sel penjaga dapat bertambah panjang, terutama dinding luarnya, hingga mengembang ke arah luar. Kemudian, dinding sebelah dalam akan tertarik oleh mikrofibril tersebut yang mengakibatkan stomata membuka (Salisbury dan Ross, 1995).

Pada saat stomata membuka akan terjadi akumulasi ion kalium (K+) pada sel penjaga. Ion kalium ini berasal dari sel tetangganya. Cahaya sangat berperan merangsang masuknya ion kalium ke sel penjaga dan jika tumbuhan ditempatkan dalam gelap, maka ion kalium akan kembali keluar sel penjaga (Lakitan, 1993).

gen keluar, dimana ion hydrogen tersebut berasal dari asam-asam organic yang disintesis ke dalam sel penjaga sebagai suatu kemungkinan faktor penyebab terbukanya stomata. Asam organic yang disintesis umumnya adalah asam malat dimana ion-ion hydrogen terkandung didalamnya. Asam malat adalah hasil yang paling umum didapati pada keadaan normal. Karena ion hydrogen diperoleh dari asam organic, pH di sel penjaga akan turun (akan menjadi semakin asam), jika H+ tidak ditukar dengan K+ yang masuk (Salisbury dan Ross, 1995).

Stomata tumbuhan pada umumnya membuka pada saat matahari terbit dan menutup saat hari gelap sehingga memungkinkan masuknya CO2 yang diperlukan untuk fotosintesis pada siang hari. Umumnya, proses pembukaan memerlukan waktu 1 jam dan penutupan berlangsung secara bertahap sepanjang sore. Stomata menutup lebih cepat jika tumbuhan ditempatkan dalam gelap secara tiba-tiba (Salisbury dan Ross, 1995). Loveless (1991) dalam literaturnya menyebutkan terbukanya stomata pada siang hari tidak terhambat jika tumbuhan itu berada dalam udara tanpa karbon dioksida, yaitu keadaan fotosintesis tidak dapat terlaksana.

2.2 Skema Mekanisme Membukanya Stomata

  1. Cahaya
  2. Fotosintesis dalam sel-sel mesophyl
  3. Berkurangnya CO2 dalam ruang antar sel
  4. Menaikan pH dalam sel penutup
  5. Perubahan enzimatik menjadi gula
  6. Menaikkan kadar gula
  7. Menaikkan tekanan osmotic dari getah sel
  8. Menaikkan turgor
  9. Stomata membuka (Pandey dan Sinha, 1983).

Cahaya merah dan biru sangat efektif dalam merangsang pembukaan stomata, tetapi jika dibandingkan antara kedua panjang gelombang cahaya tersebut maka cahaya biru sepertinya lebih efektif dibandingkan cahaya merah. Pada intensitas rendah dimana cahaya merah tidak menunjukkan pengaruh, cahaya biru telah dapat mempengaruhi pembukaan stomata. Cahaya biru selain merangsang masuknya ion kalium ke sel penjaga, juga berperan dalam pemecahan molekul pati untuk menghasilkan fosfoenol piruvat (PEP) yang dapat menerima CO2 untuk membentuk asam malat, untuk menjaga netralitas muatan listrik, maka masuknya ion kalium harus dibarengi oleh masuknya suatu anion. Pada beberapa spesies ditemukan bahwa anion tersebut adalah clor (Lakitan, 1993).

Tidak semua stomata pada spesies sangat peka terhadap kelembaban atmosfer. Stomata menutup bila selisih kandungan uap air di udara dan di ruang antar sel melebihi titik kritik. Hal itu mungkin disebabkan gradien uap yang tajam mendorong penutupan stomata, respon paling cepat terhadap kelembaban yang rendah terjadi pada saat tingkat cahaya rendah. Suhu tinggi (30 – 350C) biasanya menyebabkan stomata menutup. Mungkin hal ini sebagai respon tak langsung tumbuhan terhadap keadaan rawan air, atau mungkin karena laju respirasi naik sehingga CO2 dalam daun juga naik (Salisbury dan Ross, 1995).

Penutupan stomata terjadi setelah tumbuhan mengakumulasi ABA (Asam Absisat). Pada daun asam absisat dapat berada pada tiga bagian sel yang berbeda, yaitu :

1. Pada sitosol, dimana ABA disintesis

2. Pada kloroplast, dimana ABA diakumulasikan

3. Pada dinding sel, yang dapat merangsang penutupan stomata. ABA pada dinding sel berasal dari sel-sel mesophyl daun dimana ABA disintesis. Jika asam absisat di aplikasikan pada daun tumbuhan pada konsentrasi yang sangat rendah maka akan menyebabkan stomata menutup. (Lakitan, 1993).

Bila zat pengatur tumbuh asam absisat diberikan pada konsentrasi rendah, stomata akan menutup. Selanjutnya bila daun mengalami rawan air, ABA dijaringannya akan meningkat. Bila daun mongering secara normal perlahan-lahan ABA meningkat sebelum akhirnya stomata tertutup, diduga penutupan stomata ini karena responnya terhadap rawan air melalui peranan ABA (Salisbury dan Ross, 1995).

Pori stomata berfungsi untuk pertukaran gas antara atmosfer dengan sistem ruang antara sel yang berada pada jaringan mesofil di bawah epidermis yang disebut rongga substomata (Loveless, 1991).

Sebagian besar air diserap oleh akar tidak disimpan dalam tumbuhan atau digunakan dalam berbagai proses metabolisme, tetapi hilang ke udara melalui evaporasi. Proses evaporasi pada tumbuhan disebut transpirasi. Walaupun transpirasi terjadi pada setiap bagian tumbuhan (biarpun hanya sedikit), pada umumnya kehilangan air terbesar melalui daun. Dan transpirasi stomata. Transpirasi kutikula hanya 10% dan selebihnya melalui stomata (Loveless, 1991).

BAB IV

KESIMPULAN

Stomata merupakan Lubang kecil yang berbentuk lonjong yang dikelilingi oleh dua sel penjaga yang berfungsi untuk pertukaran gas di atmosfer dengan ruang antarsel yang berada di jaringan mesofil dibawah epidermis yang biasa disebut rongga substomata, dimana ruang substomata ini berfungsi ganda fotosintesis dan transpirasi.

Membuka dan menutupnya stomata diantaranya ada yang sebabkan

  1. Mekanisme turgor
  2. Akumulasi ion kalium
  3. Akumulasi asam absisat
  4.  Pengaruh lingkungan seperti suhu, kelembaban maupun cahaya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

.

Kartasaputra, A.G. 1998. Pengantar Anatomi Tumbuh-tumbuhan, tentang sel dan jaringan.

                              Bina Aksara. Jakarta.

Lakitan, B. 1993. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Loveless, A.R. 1991. Prinsip-prinsip Biologi Tumbuhan untuk daerah tropik dari Principles             

                             of Plant Biology For The Tropics oleh Kuswara Kartawinata. Gramedia

                             Pustaka Utama. Jakarta.

Pandey, S. N. dan B. K. Sinha. 1983. Fisiologi Tumbuhan. Terjemahan dari Plant physiologi

                            3 th edition. Oleh Agustinus ngatijo. Yogyakarta.

Pugnaire, F.I., and J. Pardos. 1999. Constrains by water stress on plant growth. In   

     Passarakli, M. (ed.) Hand Book of Plant and Crop Stress. New York: JohN

     Wiley & Sons.

Salisbury, F. B. dan Cleon. W. Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 1. Terjemahan dari

                           Plant Physiologi 4 th Edition oleh Diah R. Lukman dan Sumaryono. ITB.

                           Bandung.